Senin, 29 Februari 2016

Detik-detik UN SMANSA


29-01-2010 catatan detik-detik menjelang UN SMANSA PANKER

Keluh kesah menghujam hati yang tak kunjung henti.
Terasa amat menikam diri.
Tugas datang bertubi-tubi dan tak dapat ku halangi.
Andai tubuhku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku lelah
Aku tak kuat
Andai kulitku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku keringatan dicubit matahari
Andai tangan dan jariku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku kram dan kesemutan
Andai mataku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku haus
Hatiku mengelak protes mereka
karena aku punya tujuan utama
"Lulus UN dengan nilai bagus dan mencapai cita-cita yang ku damba dengan restu Yang Kuasa dan orang tua."

Oleh: Dina Erniawati

Detik-detik UN SMANSA


29-01-2010 catatan detik-detik menjelang UN SMANSA PANKER

Keluh kesah menghujam hati yang tak kunjung henti.
Terasa amat menikam diri.
Tugas datang bertubi-tubi dan tak dapat ku halangi.
Andai tubuhku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku lelah
Aku tak kuat
Andai kulitku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku keringatan dicubit matahari
Andai tangan dan jariku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku kram dan kesemutan
Andai mataku dapat bicara
Mungkin dia akan berkata
Aku haus
Hatiku mengelak protes mereka
karena aku punya tujuan utama
"Lulus UN dengan nilai bagus dan mencapai cita-cita yang ku damba dengan restu Yang Kuasa dan orang tua."

Oleh: Dina Erniawati